Selasa, 30 Oktober 2012

LABIOSKISIS DAN PALATOSKISIS



LABIOSKISIS (BIBIR SUMBING/CLEFT LIP) DAN PALATOSKISIS (LANGIT-LANGIT MULUT SUMBING/CLEFT PALATE)

By : Titik Inayati

             

              
         Insiden langit-langit mulut sumbing dan celah bibir adalah satu dari 1000 kelahiran. Sumbing pada langit-langit atau bibir bisa terjadi pada satu atau kedua sisi dari mulut bayi dan bersifat parsial atau lengkap. Adanya celah langit-langit  dan atau  celah bibir, akan kesulitan dalam menyusu secara normal.
Labioskisis (bibir sumbing) / Palatoskisis (langit-langit mulut sumbing) merupakan kongenital yang berupa adanya kelainan bentuk pada struktur wajah (Ngastiah, 2005). Labioskisis adalah malformasi yang disebabkan oleh gagalnya propsuesus nasal median dan maksilaris untuk menyatu selama perkembangan embriotik. (Wong, Donna L. 2003). Palatoskisis adalah fissura garis tengah pada polatum yang terjadi karena kegagalan 2 sisi untuk menyatu karena perkembangan embriotik (Wong, Donna L. 2003).
Etiologi atau penyebab dari labioskisis dan palatoskisis antara lain adalah karena adanya faktor herediter, kekurangan nutrisi, kegagalan fase embrio yang penyebabnya belum diketahui, akibat gagalnya prosessus maksilaris dan prosessus medialis menyatu, dapat dikaitkan abnormal kromosom, mutasi gen dan teratogen (agen/faktor yang menimbulkan cacat pada embrio), beberapa obat (korison, anti konsulfan, klorsiklizin), radiasi, ibu merokok selama kehailan, mutasi genetic atau teratogen.
Tanda dan Gejala kelainan labioskisis dan platoskisis antara lain : Terjadi pamisahan langit-langit, terjadi pemisahan bibir, terjadi pemisahan bibir dan langit-langit, infeksi telinga, berat badan tidak bertambah, pada bayi terjadi regurgitasi nasal ketika menyusui yaitu keluarnya air susu dari hidung.
Penatalaksanaan labioskisis dan palatoskisis yaitu bisa diperbaiki dengan jalan operasi. Operasi dapat dilakukan apabila penderita telah memenuhi syarat, yaitu berat badan > 10 pon atau > 5 kg, hemoglobin > 10 gr%, umur bayi > 10 minggu atau > 3 bulan serta kadar leukosit minimal 10.000/iu.
Komplikasi yang bisa terjadi dari kelainan labioskisis dan palatoskisis adalah kesulitan makan, aspirasi, infeksi telinga yang disebabkan karena tidak berfungsinya saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan kerongkongan, kesulitan bicara karena otot-otot untuk berbicara mengalami penurunan fungsi  yang disebakan adanya celah serta dapat pula terjadi masalah gigi.


Tidak ada komentar: