Selasa, 14 Oktober 2014

PENCERNAAN


Sistem Pencernaan

Saluran pencernaan makanan terdiri dari mulut, kerongkongan (esophagus), lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Serta organ tambahan yang terdiri dari gigi, lidah, kelenjar ludah, kandung empedu, hati, dan pankreas. Pencernaan dibagi menjadi:
1.    Pencernaan Mekanis
Proses mengunyah dan gerak peristaltik.
2.    Pencernaan Kimiawi
dihancurkan oleh enzim-enzim pencernaan yang dikeluarkan di mulut, lambung, usus halus, kantung empedu dll.

ORGAN-ORGAN PENCERNAAN
A.     Rongga Mulut (Cavum Oris)
Merupakan tempat pencernaan pertama kali dimulai yaitu secara mekanik terjadi pengunyahan makanan dan secara kimia melalui terjadi sekresi saliva yang berisi enzim amilase dan ptialin.
Rongga mulut (cavum oris) terdiri dari pipi dan bibir, lidah (lingua), gigi (dentis), dan kelenjaar ludah (glandula salivary)
1.       Pipi dan bibir
Tersusun olehh otot-otot yang berfungsi untuk mengunyah dan berbicara. Di sebelah luar, pipi dan bibir diselaputi oleh kulit.
2.       Lidah (Lingua)
Daerah sensitif rasa manis terdapat pada ujung lidah, rasa asin pada bagian depan, rasa asam, ada pada sisi kiri dan kanan lidah, dan ras pahit pada bagian belakang.
3.       Gigi (Dentis)
Rumus gigi anak-anak (rumus gigi susu)
M
C
I
I
C
M
2
1
2
2
1
2
2
1
2
2
1
2
Ket:
M = Molar (gigi graham tetap)
C = Caninus (gigi taring)
I = Incicivus (gigi seri)
Rumus gigi dewasa (rumus gigi sulung)
M
P
C
I
I
C
P
M
3
2
1
2
2
1
2
3
3
2
1
2
2
1
2
3
Ket: P = Premolar  (gigi graham pertama
B.     Esophagus (Kerongkongan)
·        Merupakan organ silindris, panjang sekitar 25 cm dan diameter 2 cm.
·        Lapisan 
Ø  Lapisan mukosa : sel epitel, sifatnya alkali.
Ø  Sub mukosa : mengandung sel yang mensekresikan mukus berfungs memfasilitasi jalannya bolus dan melindungi kerusakan mukosa dari sifat asam
Ø  Lapisan otot : terdiri dari otot longitudinal dan otot sirkular. 1/3 bagian atas terdiri dari otot rangka dan 2/3 bagian bawah otot polos.
·        Memiliki 2 spinter yaitu spinter atas ( Krikopharingeus) dan spinter bawah, yang berfungsi mencegah refluk bolus.
·        Dipersarafi oleh saraf simpatis dan saraf parasimpatis(N. vagus)
·        Fungsi esophagus mengantarkan makanan/bolus ke lambung(stomach)
C.     Stomach/gaster/ ventrikulus/ lambung
·        Letak menyilang dari sisi kanan kiri abdomen.
·        Panjang 25 cm lebar 10 cm, kapasitas 1-2 liter.
·        Memiliki bagian bagian:
Ø  Cardia, fundus, body, pylorus.
·        Memiliki spinter cardia, spinter pylorus yang mencegah refluk chyme.
·        Fungsi lambung:
Ø  Reservoir makanan/bolus.
Ø  Mengolah dan mengaduk makanan/bolus menjadi chyme
Ø  Mengatur aliran chyme ke usus kecil
Ø  Mensekresikan cairan lambung yang terdiri dari HCL, air, mukus, enzim pepsin dan lipase, faktor intrinsik. Produksi dan sekresi cairan lambung sekitar 2 – 3 liter / hari.
Mekanisme Sekresi Cairan Lambung ada 3 fase yaitu :
1.      Fase Cephalik
F Terjadi pada saat sebelum makanan masuk lambung.
F Distimulasi oleh sensasi rasa, bau, dan mengunyah makanan à sehingga lambung mensekresikan HcL, Pepsin, dan mukus.
2.      Fase Gastrik
F Mulai adanya bolus dilambung.
F Dinding lambung mensekresikan hormon gastrin sebagai respon dariadanya mekanik dan kimia makanan.
3.      Fase Intestinal
F Dimulai oleh gerakan chyme dari lambung ke usus halus(duodenum).
F Distensi usus halus menimbulkan reflek enterogastrik.
F Keadaan chyme yang asam(Ph < 2,5), lemak, hasil pemecahan protein akan merangsang sekresi hormon sekretin, kolesitokinin, peptida penghambat gastrik yang dapat menurunkan sekresi lambung dan penurunan motilitas lambung.
D.     Usus Halus
·        Panjang sekitar 4 – 6 meter dengan diameter proximal 2,5 cm.
·        Dapat dibedakan menjadi bagian duodenum, jejunum dan illium.
·        Lapisan usus halus : serosa(luar), otot(longitudinal, sirkular), sub mukosa, mukosa( villi-villi unit absorbsi).
·        Terdapat muara saluran empedu(ductus koledukus), ductus sartolini.
·        Dipersarafi saraf autonom :
Ø  S Parasimpatis à meningkatkan sekresi kelenjar, meningkatkan motilitas.
Ø  S. Simpatis à menurunkan motilitas, menghantarkan sensasi nyeri.
·        Fungsi usus halus:
Ø  Pencernaan mekanik dan kimiawi à gerakan mencampur chyme dengan sekresi dari pankreas, hepotobiliar, dan usus. Juga mendorong isi usus ke usus besar.
Ø  Absorbsi dari hasil pencernaan karbohidrat, protein dan lemak.
Ø  Absorbsi air, mineral, vitamin
·        Tempat Absorbsi
Ø  Duodenum : Besi, Kalsium, asam folat, lemak, gula dan asam amino.
Ø  Jejunum      : Gula dan asam amino.
Ø  Illium          : Vit B12, garam empedu.
·        Di dalam usus dua belas jari, dihasilkan enzim:
Ø  Enterokinase, untuk mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas;
Ø  Erepsin atau dipeptidase, untuk mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino;
Ø  Laktase, mengubah laktosa menjadi glukosa;
Ø  Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa;
Ø  Disakarase, mengubah disakarida menjadi monosakarida;
Ø  Peptidase, mengubah polipeptida menjadi asam amino;
Ø  Lipase, mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak;
Ø  Sukrase, mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.
E.      Usus Besar
·        Lumen otot yang panjangnya  sekitar 2 meter, diameter 5 cm.
·        Dapat dibedakan menjadi
Ø  Cecum : terdapat katub illeosekal dan apendik
Ø  Colon   : Colon asenden, Colon tranversal, colon desenden dan colon sigmoid.
Ø  Rectum
·        Colon mampu mensekresikan mukus untuk memproteksi mukosa dari kandungan fecal.
·        Dipersarafi: Saraf autonom à s simpatis à menghambat sekresi, konstriksi dan rangsangan spinter rectum. S parasimpatis à meningkatkan sekresi.
·        Fungsi usus besar :
Ø  pencernaan mekanik
Ø  absorbsi air ±  2 liter/hari, elektrolit. Bila terdapat kelebihan ambang nilai nilai dapat terjadi diare.
Ø  Membentuk vit K dan vit B melalui proses pembusukan oleh bakteri. Hasil lain dari fermentasi ini adalah gas, yaitu sekitar 1 liter gas /hari à menjadi flatus. Selain hasil akhir dikeluarkan melalui feses juga diabsorbsi dan dikeluarkan melalui urine.
Ø  Sebagai penampung feses à kolon sigmoid.
F.      Hepar
·        memiliki 2 lobus, lobus kanan dan kiri.
·        Terletak dikuadran kanan atas.
·        Terdiri unit fungsional à lobus hepar. Jaringan konektif à Capsula.
·        Sirkulasi : arteri hepatika, vena porta, vena hepatika.
·        Memiliki kantung empedu sebagi reservoir empedu.
·        Fungsi hepar :
Ø  ada 400 fungsi à dapat dibedakan menjadi 3 yaitu penyimpanan, proteksi dan metabolisme.
Ø  Penyimpanan : mineral dan vitamin à Besi, magnesium, vit B 12, asam folat, B 6, Niacin, vit ADEK.
Ø  Proteksi: Memfagosit kuman dan bakteri à oleh sel Kuffer.
Ø  Metabolisme :
F Mensekresikan empedu untuk mencerna lemak dalam usus halus. Empedu terdiri dari garam empedu, kolesterol, fosfolipide, air, elektrolit dan pigment empedu(billirubin). Empedu dialirkan ke usus halus melalui spinter Oddi.
F Memproduksi protein plasma (albumin, fibrinogen, protombin), juga memproduksi heparin (suatu antikoagulan darah).
F Phagositosis mikroorganisme dan sel-sel darah (merah dan putih) yang sudah tua atau rusak.
F Pusat metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat.
F Merupakan gudang penyimpanan berbagai zat seperti mineral, vitamin.
F Memproduksi cairan empedu.
G.     Pankreas
·        Organ ramping à panjang 20 cm, lebar 3-5 cm
·        Memiliki 2 saluran :
Ø  Ductus Wirsung à ductus pancreas
Ø  Ductus Santorinià ke duodenum.
·        Stimulasi pankreas dari nervus Vagus  mengontrol sekresi pada fase cephalik dan gastrik.
·        Nervus splanichnic mengontrol nyeri.
·        Fungsi :
Ø  Kelenjar eksokrinà enzim pencernaan.
Ø  Kelenjar endokrin à Hormon insulin, glukagon.
·         Pankreas menghasilkan enzim pencernaan sbb:
Ø  Tripsinogen, diaktifkan oleh enzim enterokinase menjadi tripsin. Senyawa protein diubah oleh tripsin menjadi dipeptida.
Ø  Kimotripsinogen, diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin untuk membantu tripsin.
Ø  Peptidase, berperan mengubah senyawa peptida menjadi asam amino.
Ø  Lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Ø  Amilase, berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa.
Ø  Nuklease, berfungsi memecah asam nukleat menjadi nukleotida.
Ø  NaHCO3/KHCO3 atau ion bikarbonat HCO3-, berfungsi menetralkan suasana asam yang berasal dari lambung.

HORMON – HORMON SALURAN GASTROINTESTINAL
1.      H. Gastrine
F Sumbernya mukosa lambung.
F Efek merangsang gerakan lambung sekresi Hcl
2.      H. Scretin
F Sumbernya duodenum
F Efeknya merangsang sekret pankreas dan empedu.
3.      H. Pancreozymin
F Sumber duodenum
F Efek merangsang stimulasi enzim pankreas dan empedu.
4.      Cholesistokinin
F Sumber duodenum
F Merangsang sekresi cairan pankreas.
ENZIM-ENZIM PENCERNAAN
1.      Enzim amilase
F Sumber kelenjar saliva
F Efek mengubah tepung menjadi maltosa
2.      Pepsin Gastric(Protease)
F Sumber dari lambung.
F Mengubah protein menjadi polipeptida.
3.      Lipase gastric
F Sumber dari lambung
F Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
4.      Empedu
F Hepar
F Berfungsi mengelmusikan lemak.
5.      Tripsin
F Sumber pankreas
F Mengubah protein dan polipeptida menjadi polipeptida dan asam amino.
6.      Maltose
Sumber diusus berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa

Tidak ada komentar: